Cara Meningkatkan Produktivitas untuk Aneka Sektor Industri

Berlangganan dan Download 3 ebook Gratis

cara meningkatkan produktivitas

Berbagai pemikiran dan gagasan dipelajari untuk menemukan metode efektif bagaimana cara meningkatkan produktivitas di perusahaan-perusahaan. Mereka melakukan study dari berbagai literatur dan referensi, baik berupa buku-buku , artikel-artikel, dan penelitian-penelitian dari kalangan akademisi berupa jurnal.

Hal ini menunjukkan bahwa produktivitas merupakan sasaran penting perusahaan. Nilai produktivitas menunjukkan tingkat keberhasilan operasional perusahaan. Kemajuan perusahaan bisa dilihat dari pencapaian tingkat produktivitasnya, baik pada skala parsial suatu bagian maupun skala produktivitas gabungan keseluruhan.

Untuk selanjutnya kita akan lakukan pembahasan-pembahasan bagaimana caranya agar produktivitas perusahaan meningkat. Di tahap awal yang perlu kita lakukan adalah mengklasifikasikan elemen-elemen atau variabel yang kemungkinan bisa mempengaruhi produktivitas perusahaan, antara lain :

  1. Manajemen Puncak ( Top Management )
  2. Human Resource Development ( HRD )
  3. Pimpinan Kerja
  4. Karyawan
  5. Pemasok ( supplier/ vendor)

Ke-5 variabel di atas memiliki peran penting yang perlu diperhatikan dalam peningkatan produktivitas perusahaan. Tanpa dukungan dan kolaborasi dari para pihak, dikawatirkan akan mempengaruhi produktivitas. Oke, untuk selanjutnya mari kita bahas peran dari masing-masing pihak di atas.

1. Peran Manajemen Puncak

Manajemen puncak adalah tingkatan manajemen teratas dari struktur organisasi perusahaan. Mereka memiliki otoritas tertinggi dalam perusahaan dan bertanggung jawab kepada pemilik perusahaan.

Oleh karena itu, kita sangat membutuhkan dukungan mereka dalam hal kebijakan. Keberhasilan seluruh aktivitas perusahaan sangat dipengaruhi oleh kebijakan dari manajemen puncak. Mereka memiliki informasi dan data valid yang bisa digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Termasuk misalnya dalam hal produktivitas perusahaan. Manajemen puncak harus menetapkan target yang ingin dicapainya. Selanjutnya jajaran manajemen di bawahnya merencanakan program kerja untuk mencapainya.

Selain itu, manajemen puncak juga bisa memberikan penekanan terhadap cara-cara efektif untuk meningkatan produktivitas kerja, saat menjalankan tugas-tugas manajemen, antara lain yaitu ” SAAT “:

  1. Menyusun dan menetapkan rencana perusahaan
  2. Menentukan tujuan dan arah perusahaan
  3. Mengatur jajaran manajemen di bawahnya
  4. Mengatur sumber daya perusahaan

Lalu sosialisasikan pola pikir produktivitas tersebut ke seluruh jajaran di bawahnya. Pemahaman yang benar, akan menjadikan berpikir produktif sebagai budaya di lingkungan perusahaan.

Jadi peran manajemen puncak untuk meningkatkan produktivitas sangat penting dan strategis. Tanpa ada dukungan dan arahan dari manajemen puncak, maka kenaikan produktivitas sulit untuk dicapai.

Terakhir sebagai pengingat # Kunci 1 cara meningkatkan produktivitas perusahaan adalah dukungan manajemen puncak.

2. Peran Human Resource Development (HRD)

Salah satu tugas dari bagian Human Resource Development (HRD ) adalah recruitment karyawan dan pengembangan kemampuan karyawan. Lalu apa hubungannya dengan program produktivitas perusahaan?.

Tentu ada …

Yaitu dalam hal pelatihan karyawan agar memiliki kompetensi dan perilaku kerja yang mendukung produktivitas kerja, antara lain :

  1. Semangat kerja yang tinggi
  2. Motivasi kerja yang tinggi
  3. Mudah untuk diajak bekerja sama
  4. Bertanggung jawab terhadap tugas kerja
  5. Mampu untuk bekerja efektif
  6. Bersikap Proaktif
  7. Kejujuran

Untuk bisa mengembangkan perilaku kerja seperti di atas, diperlukan program pelatihan kerja yang komprehensif dan terukur. Setelah itu meminta feed back dari pimpinan kerja bagaimana perubahan perilaku kerja di lapangan dari.

Seandainya karyawan sudah menunjukkan perilaku kerja yang positif, selanjutnya akan mudah untuk melakukan program pelatihan yang sifatnya teknis. Bisa dihighlight bahwa yang paling mendasar dari faktor yang mempengaruhi kemajuan perusahaan adalah perilaku kerja positif karyawan.

Jadi peran HRD dalam meningkatkan produktivitas adalah menyiapkan pelatihan dan bimbingan agar karyawan memiliki perilaku kerja yang positif.

Nah untuk selanjutnya yaitu pelaksanaan pelatihan teknis, bisa diserahkan kepada bagian operasional masing-masing.

Sebagai penutup # Kunci 2 cara meningkatkan produktivitas perusahaan yaitu dukungan dari Human Resource Development (HRD).

Selanjutnya adalah pembahasan teknis di bagian operasional kerja.

3. Cara Pimpinan Kerja Meningkatkan Produktivitas

Pimpinan kerja bertanggungjawab terhadap program kerja perusahaan. Mereka membuat rencana kerja, menggunakan sumber daya yang tersedia, melaksanakan program kerja dan mengontrol pelaksanaanya. Itulah bagian dari tugas dan tanggung jawab pimpinan kerja.

Pertanyaannya adalah :” Apakah kegiatan operasional kerja sudah produktif ?. Inilah esensi dari produktivitas yaitu bagaimana mengatur sumber daya yang ada untuk mencapai hasil yang optimal. Rumusan matematiknya adalah perbandingan antara output hasil dibagi input pemakaian sumber daya.

Untuk memudahkan dalam mengukur produktivitas kita bisa melihat histori. Berapa output terendah dan output tertinggi yang pernah dicapai. Dengan dasaran tersebut output pekerjaan bisa dikontrol dan ditingkatkan pencapaiannya.

Selanjutnya kita bahas bagaimana cara pimpinan kerja meningkatkan produktivitas. Coba kita lakukan komunikasi dan pendekatan ke bawahan dengan cara sebagai berikut :

# Berikan pekerjaan yang menantang

Bagi kita, jika pekerjaan yang kita lakukan monoton, maka akan timbul kebosanan dalam bekerja. Sehinggga berangkat kerja hanya sekedar menggugurkan kewajiban saja. Yang penting hadir.

Beda halnya jika ada pekerjaan yang menantang untuk kita selesaikan. Hal ini akan menggairahkan semangat kerja.

Jadi penting memberikan tugas dan tanggungjawab yang menantang kepada karyawan. Asal sebelumnya dikomunikasikan dengan baik. Sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.

# Berikan tugas yang realistis

Tugas yang tidak realistis bisa menyebabkan karyawan apatis dan tidak termotivasi, karena barangkali bukan porsinya untuk mengerjakan tugas tersebut. Ujung-ujungnya tugas yang diberikan tidak selesai dan terbengkalai.

Sebelum memberikan tugas, ukur dulu kapasitas dan kompetensi yang dimiliki oleh karyawan. Berikan tugas sesuai dengan kemampuannya. Kecuali tugas tersebut untuk tujuan tertentu dan sudah dikomunikasikan dengan baik.

# Pertimbangkan untuk melibatkan karyawan

Terkadang ada keadaan, dimana karyawan lebih tahu dengan kondisi yang ada dilapangan. Kita harus menyadarinya, karena mereka adalah pelaksana di lapangan.

Oleh karena itu, mereka perlu untuk kita libatkan untuk diskusi dalam menyelesaikan permasalahan di lapangan. Dengan banyaknya masukan dari mereka, maka akan mudah untuk pengambilan keputusan.

Jangan sampai mereka tidak tahu menahu dengan keputusan yang kita ambil. karena dampaknya adalah keputusan yang tidak mendapatkan dukungan dari karyawan.

Semakin kita libatkan dalam mencari solusi permasalahan, harapannya kita mendapatkan dukungan dari mereka. Sehingga mereka akan mudah untuk diajak sinergi dalam peningkatan produktivitas kerja.

# Meminimalisasi tingkat stres karyawan

Coba kita bayangkan apa jadinya jika lingkungan kerja tidak kondusif untuk bekerja. Tentunya bisa menurunkan semangat dan motivasi kerja bukan?.

Coba cari berbagai alternatif ide yang bisa meminimalisasi tingkat stress karyawan di lingkungan pekerjaan.

Pernahkah Anda berinisiatif mengajak makan bersama dengan karyawan sepulang kerja? atau mengajak team Anda untuk berolahraga seperti badminton atau futsal? . Coba lakukan itu.

# Berlakukan reward dan punishment

Reward dan penilaian akan membuat karyawan menjadi termotivasi dan bersemangat.

Sebagai pimpinan kita harus bisa bersikaplah sportif dengan kinerja karyawan. Karyawan yang memiliki kinerja terbaik diberikan penilaian dan reward yang sesuai dengan kebijakan manajemen.

Semetara bagi karyawan yang kurang berprestasi berikan motivasi dan latih mereka agar merasa diberikan kesempatan untuk maju dan berkembang.

Sedangkan bagi karyawan yang sudah diperingatkan dan diberikan nasehat namun masih juga melakukan pelanggaran dan kesalahan yang berturut-turut , maka perlu ada punishment yang setara dengan kesalahan yang dilakukan.

Jadi kita harus bersikap fair…

# Mendengarkan keluhan bawahan

Bagaimana perasaan Anda jika memiliki bos yang sangat peduli dengan Anda. Dia mau mendengar dan berempati kepada bawahannya. Tentu akan terjalin hubungan yang baik antara bawahan dan atasan.

Hubungan yang baik tentu akan menciptakan lingk