Melatih Karyawan Melakukan Inovasi di Tempat Kerja dengan Sederhana

Berlangganan dan Download 3 ebook Gratis

melatih karyawan

Ilustrasi : Melatih karyawan

Kemampuan melakukan inovasi merupakan kompetensi utama yang dibutuhkan oleh setiap perusahaan untuk tumbuh dan bersaing di era industri 4.0 ini. Perusahaan harus melatih karyawan dan membuat sistem yang mendorong karyawannya  untuk senantiasa bisa melakukan inovasi dan pembaruan di tempat kerja. Melakukan inovasi atau mati jargonnya.

Untuk itu perusahaan perlu menegaskan kepada seluruh karyawan bahwa budaya inovasi merupakan sebuah nilai penting yang harus dibangun oleh perusahaan. Dengan demikian karyawan memahami bahwa melakukan inovasi dan pembaruan merupakan bagian dari strategi perusahaan.

Sebelum melanjutkan membaca dan menuntaskan artikel ini, saya ingin memastikan tujuan Anda membaca artikel ini. Pastikan tujuan Anda yaitu ” Apa yang ingin Anda dapatkan dari artikel ini dan Mengapa Anda membacanya” .

Jika Anda memiliki tujuan ingin mengetahui tahapan melatih karyawan untuk melakukan inovasi di tempat kerja, dan Anda ingin membuat kemajuan bagi perusahaan atau bisnis Anda, maka Anda berada di artikel yang tepat dan silahkan Anda melanjutkan membaca artikel ini sampai tuntas.

Target kinerja sebagai dasar untuk melatih karyawan melakukan inovasi

Setiap bagian dalam perusahaan memiliki tugas dan peran tertentu. Ada bagian personalia, bagian  keuangan, bagian produksi, bagian pemasaran sesuai dengan bidang usaha perusahaan. Masing-masing memiliki standard target kinerja yang ditetapkan oleh perusahaan. Target inilah yang harus diusahakan untuk dicapai dan bahkan harus melampauinya. Memang segala sesuatu tidak ada yang sempurna, namun semangat untuk mendekati kesempurnaan penting untuk ditanamkan kepada seluruh karyawan.

Pencapaian target menggambarkan performance kinerja yang baik. Namun terkadang ada target kinerja yang tidak tercapai. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi kinerja terhadap faktor-faktor yang menjadi penyebab tidak tercapainya target perusahaan.

Nah dengan melakukan evaluasi kinerja dan melihat skala prioritas, maka langkah inovasi bisa dimulai dari catatan pencapaian target kinerja terburuk yang belum tercapai. Untuk selanjutnya adalah tahapan cara melatih karyawan melakukan inovasi di tempat kerja :

1. Ajarkan pemahaman tentang inovasi kepada karyawan

Barangkali selama ini pemahaman kita tentang inovasi adalah sebuah penemuan baru yang canggih dan mahal. Tidak selalu demikian, karena apapun ide orisinil kreatif yang memiliki nilai pembaruan dan membawa perubahan perbaikan terhadap produk, jasa, proses, atau sistem, juga merupakan sebuah inovasi.

Pemahaman inovasi itu sangat luas, ajarkan dan budayakan berpikir inovatif dalam lingkungan perusahaan. Sebelum melatih karyawan untuk melakukan inovasi, sebaiknya terlebih dahulu diberikan pemahaman yang benar tentang pengertian inovasi dalam arti yang luas.

2. Sampaikan hasil target kinerja yang belum tercapai

Target kinerja merupakan beban dan tanggungjawab seluruh anggota team dalam perusahaan. Lakukan evaluasi terhadap hasil pencapaian target dari perusahaan. Jika ada target strategis yang belum tercapai, Anda bisa menjadikannya sebagai proyek inovasi di bagian Anda.

Sampaikan alasan kepada team Anda mengenai hasil pencapaian target kinerja yang belum tercapai dan meminta kepada seluruh anggota team untuk berpartisipasi melakukan inovasi. Untuk itu team Anda juga perlu memahami kunci cara melakukan inovasi.

3. Lakukan analisis Standard Operasional Prosedur (SOP)

Bukankan setiap aktivitas pekerjaan di setiap bagian memiliki standard operasional prosedur?. Lakukan analisis dan evaluasi standard kerja yang saat ini dipakai. Beberapa poin yang perlu dilakukan analisis adalah :

1. Apakah prosedur operasional sudah dijalankan dengan baik oleh pelaksanya?

2. Apakah prosedur operasional selalu diupdate dan dilakukan perbaikan-perbaikan?

3. Masih relevankah situasi dan kondisi standard operasional dengan keadaan aktual saat ini?

4. Libatkan seluruh anggota team untuk menilai efektifitas standard operasional yang ada, dan minta pendapatnya

3. Ajak karyawan melakukan brainstorming (curah pendapat)

Proses brainstorming yang dipopulerkan oleh Alex F. Osborn pada awal tahun 1940-an merupakan teknik kreatifitas yang mengupayakan penyelesaian dari suatu permasalahan dengan mengumpulkan gagasan dan ide secara spontan dari anggota team. Untuk detail cara brainstorming tidak dipaparkan dalam artikel ini.

Salah satu hal penting yang mendukung keberhasilan proses brainstorming adalah suasana pelaksanaan brainstorming. Ciptakan suasana kekeluargaan dan menyenangkan, sehingga sesama anggota team leluasa dan bebas untuk melakukan komunikasi. Ide kreatif akan mudah muncul jika suasana pikiran dan hati dalam keadaan rileks, santai dan fokus.

Pada akhir aktivitas ini, mintalah pendapat, ide, saran inovasi untuk melakukan perbaikan, perubahan, pembaruan yang selaras dengan permasalahan yang sedang dialami. Semakin banyak ide yang disampaikan oleh anggota team Anda, mengindikasikan proses melatih karyawan untuk melakukan inovasi berhasil. Untuk tahap awal program ini yang diutamakan adalah kuantitas ide, jangan mengejar kualitas. Dengan terus melakukan latihan maka lambat laun kualitas ide akan mengikutinya.

4. Pilih dan sepakati ide inovasi yang akan dijalankan

Pertimbangkan ide inovasi yang masuk dari berbagai faktor, misalnya : tingkat kesulitan ide, tingkat biaya, tingkat ketersediaan skill dan kompetensi yang dimiliki, tingkat waktu penyelesaian, dan faktor lain sesuai dengan bisnis Anda. Pilih dan sepakati alternatif terbaik dari ide inovasi yang akan dijalankan.

Hasil ide inovasi akan berdampak kepada perbaikan dan pembaruan dari tema masalah yang diperbaiki kinerjanya, sehingga target kinerja perusahaan bisa tercapai.

5. Monitoring pelaksanaan inovasi

Jangan terlalu mengharap pelaksanaan ide inovasi berjalan mulus. Lakukan kontrol dan monitoring terhadap pelaksanaan ide inovasi. Untuk menjaga efektifitas dan produktivitas kinerja tetap optimal lakukan revisi-revisi jika diperlukan.

Monitoring dilakukan bertujuan untuk menjaga dan menjamin pelaksanaan ide inovasi berjalan sesuai dengan prinsip produktivitas kerja.

6. Evaluasi pelaksanaan inovasi

Sebagai langkah akhir dalam melatih karyawan untuk melakukan inovasi adalah mengevaluasi hasil output pelaksanaan ide inovasi. Keterlibatan karyawan dalam melakukan evaluasi penting untuk dilakukan, agar mereka mengetahui prosesnya. Undang dan sampaikan hasil pelaksanaan inovasi dengan menggunakan data-data pendukung kepada seluruh anggota team.

Memang berhasil atau gagalnya pelaksanaan ide inovasi merupakan cerminan dari keberhasilan proses melatih karyawan. Namun yang lebih penting adalah menanamkan dan membangun mindset karyawan agar selalu melakukan inovasi.

Penutup

Di zaman yang persaingan bisnis semakin ketat, tantangan perusahaan juga semakin berat, sehingga dibutuhkan ide inovatif karyawan agar perusahaan mampu bersaing dan tumbuh berkembang.  Untuk itu,dengan menjalankan ke-6 (enam) tahapan dalam melatih karyawan tersebut di atas, semoga bisa menciptakan budaya inovasi bagi kemajuan perusahaan Anda.

Apakah artikel ini menjawab tujuan membaca yang Anda buat sebelum membaca artikel ini?. Silahkan untuk memberikan komentar di kolom komentar pembaca yang tersedia. Senang sekali jika Anda bisa meninggalkan feedback positif dari artikel di atas.

Tulisan ini saya tujukan untuk seluruh komponen perusahaan dan organisasi yang meliputi seluruh karyawan, pimpinan kerja, pemilik usaha, dan seluruh pengunjung blog yang ingin mengembangkan kemampuan personalnya.

HELP ME : Jika artikel ini bermanfaat bagi teman-teman, MOHON artikel ini disharing kepada yang lain AGAR teman-teman kita juga bisa mendapatkan manfaatnya. Terimakasih…

Berlangganan dan Download 3 ebook Gratis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *